Tampilkan postingan dengan label about reality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about reality. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

Organisasi / Grup



Dalam struktur aljabar dasar kita dikenalkan dengan yang namanya Grup. Apa itu Grup? Grup adalah sebuah himpunan tak kosong yang dilengkapi dengan suatu operasi biner dan memenuhi beberapa aksioma yaitu operasi binernya well-define (tertutup dan tunggal), asosiatif, mempunyai elemen netral dan memiliki elemen invers.


Aksioma tersebut bisa dikatakan sebuah struktur dalam himpunan. Dengan kata lain, Grup merupakan suatu himpunan yang memiliki struktur. Kita bisa menemui bentuk realisasi dari Grup di dunia umum kita, salah satunya adalah organisasi. Organisasi adalah sekumpulan beberapa orang yang memiliki sebuah tujuan yang sama yang terstruktur.



Bisa kita perhatikan disini, sekumpulan beberapa orang tersebut adalah himpunan yang tak kosong. Tujuan dan struktur lainnya itulah yang membuat himpunan tersebut menjadi sebuah organisasi. Struktur organisasi itu sendiri ada bermacam – macam, seperti struktur kepengurusan, dasar – dasar organisasi, dana, dll.


Bagi kalian yang terjun ke dunia organisasi, mungkin bisa mulai memperhatikan apakah struktur dari organisasi itu sudah jelas atau belum. Organisasi yang baik adalah organisasi yang segalanya telah terstruktur dan terorganisir secara detail.


Lanjut . . .

Senin, 29 Agustus 2011

Siapakah Panutan ?

Barusan saja saya mendengarkan sidang isbat di salah satu siaran televisi Indonesia. Saya menemukan beberapa keganjilan disitu. Kenapa perayaan hari raya Idul Fitri bisa berbeda? Padahal kita tahu bahwa yang merayakan hari tersebut ada di seluruh dunia. Yang jadi pertanyaan saya adalah, apakah di negara lain juga terjadi perdebatan seperti itu?



Setahu saya, waktu saya masih duduk di bangku SD, tidak pernah ada perdebatan mengenai kapan 1 Syawal. Apabila di kalender sudah tertera tanggalnya maka pada tanggal itulah dilaksanakannya hari raya Idul Fitri. Saya mulai menyadari keanehan ini ketika saya berada pada bangku SMA yang notabene pada saat itu saya aktif di ROHIS.


Tapi, kenapa sekarang menjadi seperti ini? Berada dimanakah letak kesalahannya? Atau tidak ada yang salah karena "mereka" saling menutup-nutupi? Mungkin karena sudah semakin banyak orang pintar di negeri ini dan mungkin mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling benar. Kalau begitu, lantas siapa yang pantas dijadikan panutan bagi rakyat negeri ini?


Apalagi yang saya tahu, setiap kali mengadakan sidang pasti selalu ada anggaran dana yang notabene itu juga tidak sedikit. Kalau tiap tahun begini terus berarti selalu ada ana yang keluar? Semoga saja anggaran dana tersebut benar-benar berguna bagi rakyat negeri ini karena yang digunakan itu juga pasti uang rakyat. Jangan sampai, bahkan yang namanya hari raya pun digunakan untuk mencari "keuntungan".


Apapun itu, tetaplah berada di jalan-Nya. Apa yang kita yakini benar dan sesuai dengan aturan-Nya maka itulah yang harus kita lakukan.


Lanjut . . .

1 Syawal 1432 H

Tanpa terasa sekarang sudah memasuki akhir dari bulan Ramadhan dan sebentar lagi akan dimulai awal 1 Syawal. Bulan Ramadhan adalah bulan yang dipercaya oleh umat muslim di seluruh dunia sebagai bulan yang penuh berkah.


Pada tahun ini, tanggal 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 Masehi. Saya tidak tahu masih adakah perdebatan mengenai kapan tepatnya tanggal 1 Syawal 1432 H berada. Tapi, tanggal berapapun itu, harapannya umat muslim di seluruh dunia bisa selalu menjaga "kesuciannya". Jadi jangan hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja.


Memang tak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia adalah tempatnya salah dan lupa (Ahmad Dhani - Cintailah Cinta). Tapi bukan berarti kita bebas melakukan kesalahan-kesalahan yang bahkan seharusnya tak perlu dilakukan. Yang perlu kita lakukan adalah selalu menjaga perbuatan kita, janganlah menjadi orang munafik. Kita harus selalu belajar bagaimana untuk menjadi diri sendiri dan bisa membuat orang lain bisa menerima kita


Untuk itu, dengan segenap ketulusan hati, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, mohon maaf atas segala salah, khilaf, fitnah, dan dosa yang sudah saya lakukan selama ini.


Taqabalallahu Minna Wa Minkum


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H. Semoga kita masih bisa bertemu lagi di hari yang fitri ini tahun depan.


Lanjut . . .

Kamis, 21 Juli 2011

Akuisme


Akuisme


Sebuah paham yang saya dapat ketika saya menjalani yang namanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan salah satu tugas (beban) kuliah yang harus dilaksanakan supaya bisa lulus. Dalam KKN ini tentu saja saya harus dihadapkan oleh berbagai macam manusia dengan keunikannya masing - masing.

Oke, dalam kesempatan kali ini saya ingin memberikan sedikit ilmu yang saya peroleh dalam 3 minggu saya melaksanakan KKN.

Berawal dari mencoba untuk membaca karakter dan sifat masing - masing personil dari tim KKN, saya menemukan sesosok makhluk yang mempunyai jenis kehidupan yang sangat langka. Kali ini aku menemui seorang manusia yang penuh dengan keegoisan. Bahkan, saya pun memberi nama pada sifatnya yaitu akuisme.


Di setiap pembicaraannya, selalu saja kata "aku" yang jadi patokan. Semua hal harus selalu berhubungan dengan dirinya. Dia sama sekali tak ingin mengenal dunia orang lain. Entah kenapa dia bisa betah dengan kondisi seperti itu.

Bahkan yang lebih ekstrem lagi, ketika yang lain sudah mengucilkan dia, dia sama sekali tak mempermasalahkannya. Entah karena hatinya sudah tertutup lemak atau yang lain, yang jelas sudah susah untuk membuatnya menjadi lebih baik.

Ternyata, akuisme bocah itu tidak hanya pada kehidupan sosialnya tapi juga pada dunia spiritualnya. Dia menganggap Tuhan akan langsung memberikan apa yang dia inginkan. Padahal yang kita tahu, Tuhan selalu memberikan apa yang kita inginkan melalui banyak perantara.

Saya tidak tahu akan bertahan seberapa lama dia berpegang teguh pada paham akuisme nya.

Lanjut . . .

Jumat, 21 Mei 2010

Tangisan Seorang Perempuan

Begitu sering mendengar berbagai perkataan bahwa perempuan lebih lemah daripada laki - laki. Entah hanya anggapan atau kenyataan, pernyataan seperti itu sudah bukan hal yang asing lagi. Saya juga tidak begitu mengerti mengapa banyak yang beranggapan seperti itu. Dipandang dari sudut fisik atau perasaan, saya juga tak begitu mengerti.

Secara fisik, gak semua perempuan itu lebih kecil dari pria. Tapi, banyak sekali yang mengatakan bahwa wanita itu lemah karena mereka lebih mudah menangis. Apakah itu yang dimaksud kelemahan wanita?

Bagi kalangan pria, tangisan mungkin merupakan hal yang memalukan. Tapi, yang namanya manusia pasti memiliki titik klimaks perasaan hingga air mata pun tak mampu lagi untuk dibendung. Namun, bisa dikatakan bahwa kaum pria bisa menyembunyikan perasaan mereka.

Bagaimana dengan kaum perempuan?

Tak jarang kita lebih sering melihat perempuan menangis. Ini adalah luapan emosi dan suatu ekspresi setiap perempuan dalam menghadapi ribuan masalah yang menimpanya. Namun tak jarang pula kita selalu mengatakan bahwa tangisan itu merupakan kelemahan bagi kaum hawa.

Yang harus kita ketahui, sesungguhnya perempuan itu sangat kuat. Tangisan itu bukan tanda kelemahan, melainkan suatu kekuatan yang hanya dimiliki oleh seorang perempuan. Ketika mereka menangis, mereka telah mengeluarkan semua peluh sehingga beban mereka berkurang dan selalu mencoba untuk terus bangkit. Meskipun rasa sakit itu tetap ada, mereka tidak peduli dan terus saja melanjutkan apa yang menurutnya baik bagi kehidupan yang menjadi tanggung jawabnya. Berbeda dengan pria, yang selalu menyembunyikan kelemahannya. Seorang perempuan tak pernah ragu untuk mengutarakan apa yang dirasakannya sehingga mereka tetap tegar dalam menghadapi setiap masalah hidupnya.

Janganlah kita rendahkan harga diri wanita, secara hakikat mereka sama dengan kaum pria. Kita asemua memiliki kekuatan masing - masing yang benar - benar membuat kita bisa saling tegar meskipun tak beririsan.

Karya ini kupersembahkan untuk seorang perempuan yang tak pernah lelah membuatku tetap berjuang dalam menghadapi dunia ini meskipun akupun sama sekali tak pernah meminta untuk menghembuskan nafasku, untuk ibuku tercinta.


Lanjut . . .

Selasa, 18 Mei 2010

Scientist vs Socialist

Bicara tentang ilmuwan dan kaum sosial, tentu saja mereka memiliki banyak perbedaan. Tapi disini, saya hanya akan membahas ilmuwan dan sosialis yang bisa dikatakan lumayan jenius.

Secara fakta, tak ada yang bisa mengalahkan pengetahuan teori dari sang ilmuwan. Kaum sosialis pun belum tentu ada yang tahu tentang teorema matematika ataupun laju reaksi dari suatu senyawa kimia. Tapi, apakah ada yang tahu kalau ternyata kaum sosialis lebih cerdas daripada para ilmuwan tersebut???

Yah, sudah bukan suatu rahasia lagi. Mereka (Socialist) lebih memiliki sifat saling peduli karena mereka bisa memahami sifat manusia di sekelilingnya. Bagaimana dengan ilmuwan? Para ilmuwan lebih menggunakan teori mereka sehingga ego mereka sangat rentan.

Bukan berarti kaum sosialis selalu baik. Mereka sering menggunakan kata "biasanya" yang bagi para ilmuwan sangat dihindari. Tapi, tentu saja para ilmuwan ini selalu saya katakan sebagai orang yang lemah.

Kaum sosial cenderung lebih berani karena mereka bisa mengendalikan ego mereka dengan sangat indah. Ilmuwan lebih suka untuk mengutarakannya di belakang musuh.

Bagi para rekan - rekan yang ingin jadi ilmuwan, ingatlah kalau ilmu kalian itu tak lebih dari sekedar omong kosong belaka. Yang dibutuhkan dalam hidup ini adalah praktisnya. Mengejar nilai untuk masa depan adalah alasan orang yang bahkan tidak pantas untuk hidup. Pahami apa yang kalian peroleh, Pedulikan sekitar, gunakan itu untuk penerapan dalam hidup kalian. Lanjut . . .

Senin, 17 Mei 2010

Paradigma suatu kebiasaan

Bagi masyarakat Indonesia pasti mengerti sebagian "kebiasaan" warga negaranya. Mulai dari membenarkan suatu perilaku yang mematikan dengan alasan kepepet sampai menabung uang negara di saku sendiri(biasanya kita kenal dengan nama korupsi).
Yah,emang bukan suatu hal yang baru dalam kepribadian bangsa Indonesia. Panorama seperti ini bisa dikatakan sudah merupakan suatu hal yang biasa.

Disini, saya memang hanya mahasiswa Matematika di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Yogyakarta. Akan tetapi,itu tidak berarti bahwa kerjaan saya hanya membaca buku penuh dengan teori - teori yang membosankan(bisa dikatakan hampir tidak pernah..haha). Sepert mendapat bisikan dari setan, saya selalu saja mengomentari apa yang terjadi di sekitar saya. Dibilang kritis ya nggak juga sih,soalnya saya masih sering nggak peduli juga.

Langsung aja deh ke pokok pembahasan yang mau saya ulas.

Terinspirasi dari final Thomas Cup kemarin. Betapa menggairahkannya pertandingan itu sampai - sampai adrenalin yang menonton pun ikut terpacu. Bagaimana tidak, ketika perwakilan dari sang putra negara bertanding demi nama bangsa kita yang tercinta harus bersusah payah demi menjunjung tinggi kehormatan negara ini. Memang ga cuma bulutangkis sih, sepakbola pun pasti juga mengundang rasa yang sama.

Begitu dipujanya para pemain badminton kita, diberikan dukungan penuh dari seluruh rakyat bangsa Indonesia. Betapa nasionalis para pendukung tersebut. Bersorak gembira ketika tim Indonesia mencetak angka dan bergemuruh ricuh ketika Cina yang memperoleh angka.

Kalau kita perhatikan, banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh wasit. Ada yang merugikan dan tentu saja ada yang menguntungkan. Ketika kita dirugikan, tidak jarang cercaan dan caci maki terlontar dari kubu Indonesia. Kalau diuntungkan??? Yah,tentu saja, mereka semua terdiam seolah tak terjadi apa - apa. Apakah ini yang dimaksud sportivitas??? Alangkah baiknya kalau kita renungkan (renungkan sendiri aja ya).

Kembali lagi ke atas (Nasionalis). Ketika ada suatu pertandingan seperti ini, bisa dikatakan seluruh rakyat Indonesia langsung memberikan dukungan penuh. Bagaimana kalau dengan tindakan memalukan seperti menjaga kebersihan sampai yang paling tidak senonoh, KORUPSI ???

Yah,tidak usah ditanya lagi, jangankan mendukung, malah kadang - kadang kita sering melakukannya. Seolah - olah bangsa Indonesia hanya dipandang lewat olahraga.

Seperti kata saya beberapa waktu yang lalu : "penuh dukungan buat Indonesia ketika bertanding badminton,tapi sama sekali tak acuh akan perusakan yg dilakukan di negeri tercinta ini...ironis,menyedihkan"

Saya bukan orang suci yang selalu benar dalam tindakan, tapi saya masih punya akal untuk berpikir. Yah,semoga ini bisa menambah referensi kita akan panorama Indonesia.

Lanjut . . .

Selasa, 20 April 2010

Permainan Profesi

Teringat ketika dulu waktu masih TK atau SD, seringkali terlontar pertanyaan dari para bapak ibu guru kepada kita "apa cita - citamu besok?" atau kalau mau kita telusuri itu berarti tentang apa pekerjaanmu di masa depan...

Dokter, Guru, Polisi, bahkan Presiden tidak langka lagi kita temui jawaban seperti itu . . .
seolah menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi hidup kita apabila cita-cita(pekerjaan) yang kita inginkan itu tercapai . . .

Di Indonesia tercinta kita ini, banyak sekali lapangan pekerjaan yang ditawarkan. Dari tidak lulus SD sampai menjadi sarjana bisa mendapatkan pekerjaan,bahkan bisa saja tingkatan dan gaji mereka sama..(enak banget,mending g usah sekolah aja kalo gajinya cuma sama...hoho)

Orangtua kita pun sering mengatakan kepada kita "tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina" (jauh amat,mank di Indonesia ga bisa nyari ilmu ya??) yang artinya sekolah terus sampai ke jenjang yang lebih tinggi . . .

Kalau mau ditelusuri lebih jauh,tidak semua pekerjaan di Indonesia itu bagus lho atau kurang halal. Pekerjaan bahkan jabatan itu hanya untuk menutupi maksud dan keinginan kita di tempat itu.

Saya persembahkan beberapa daftar pekerjaan yang bisa digunakan sebagai kedok kejahatan :

1. Polisi. Pekerjaan yang sangat lekat dengan pribadi Indonesia sebagai negara hukum."Melayani, Mengayomi, dan Melindungi Masyarakat" , slogan yang sangat indah dan berkesan bagi masyarakat Indonesia. Tetapi, ada yang tahu jika slogan itu benar-benar diterapkan jika hanya jika uang berbicara???
Polisi = Preman Berseragam
Preman : orang yang selalu memaksa buat meminta uang
Pekerjaan ini sungguh sebenarnya pekerjaan yang sangat mulia mengingat tugasnya sebagai penegak hukum. Polisi harus bisa menegakkan hukum pada dirinya sendiri dan orang lain. Tapi sangat disayangkan hanya beberapa orang yang benar - benar mampu bertindak profesional. Yang lainnya kemana??Yah, ga usah ditanyakan lagi, mereka hadir di tengah - tengah kita sebagai "penegak hukum". Sebagai contoh,polisi lalu lintas. Silahkan cari sendiri fenomenanya ya..

2. Pengacara. Suatu pekerjaan mulia dimana kita bisa membela orang yang tak bersalah. gajinya pun lumayan. Tak jarang banyak yang menginginkan pekerjaan ini. Bagaimana kalau yang dibela itu orang yang jahat?? Itulah salah satu kejahatan yang bisa dilakukan oleh pekerjaan ini. Bagi orang yang ingin menghalalkan segala cara, siapa saja bisa dibela demi keuntungan semata. Tentu saja, dimana - mana juga orang yang bersalah yang lebih menginginkan pembelaan supaya mereka bisa terbebas dari derita hukum. Loh, kalau udah bersalah masa bisa dibebaskan??? Ya bisa aja. Para pengacara handal mampu memutarbalikkan fakta tanpa terkecuali. Cukup dengan permainan logika saja mereka bisa menciptakan kamuflase - kamuflase yang menguntungkan bagi sang penjahat.

3. Dokter. "Tak pernah menolak pasien". Yap, itulah kode etik bagi para dokter. Merupakan sebuah dosa jika mereka menolak pasien. Terus,itu kan berarti pekerjaan mereka sangat mulia? Emang bener, mulia sekali bahkan. Yang menjadi permasalahan adalah menggunakan jabatan mereka sebagai dokter. "Izinkan saya untuk memeriksa jantung anda", kata seorang dokter lelaki kepada seorang pasien wanita. Nah, bisa dimengerti kan di bagian mana jabatan itu disalahgunakan. Yang lebih mengerikan lagi kalau mereka mau menjadikan pasien sebagai bahan percobaan pengobatan barunya (malpraktek,tapi sapa tahu juga mau nyoba voodoo. Hiiii....).

4. Guru. Ini malah lebih ngawur lagi kalau bilang guru bisa jadi tempat kejahatan. Gak perlu panjang lebar lah jelasinnya. "Wah, anakku mau aku masukin ke sekolah tempat aku mengajar ah." (Silahkan terjemahkan sendiri). Yang lebih horor, beberapa waktu yang lalu saya sering melihat berita di televisi kalau ada guru yang menghajar muridnya (abis belajar bela diri terus mau praktek ma muridnya mungkin yang gak akan ngelawan).

5. Petinggi Negara. Ini ni para wakil rakyat yang dipercaya bisa memakmurkan negeri ini. Hampir semuanya dipercayakan kepadanya sampai - sampai mereka(rakyat) percaya aja kalau uang mereka untuk pembangunan negeri. Seolah - olah hukum tak berarti bagi mereka, korupsi pun gencar dilakukan oleh mereka(PN). Bahkan saya pernah mendengar ada suatu iklan yang menarik. "Gedung DPR miring : Biaya renovasi Rp xx,x triliun ; gedung sekolah rubuh : biaya renovasi masih diperhitungkan".

6. Penjabat BUMN/PEMDA. Loh,palingan juga hampir sama ma yang nomer 5. Emang, tapi ya gak masalahkan kalau dicantumin. Lagian pekerjaan ini juga berpeluang kug.. hehe..

7. Hakim. Hampir sama seperti pengacara, bedanya mereka (hakim) tak perlu bersusah payah memutar otak untuk membebaskan orang yang membayarnya (maksudnya yang bersalah). Tinggal dibayar, dateng ke pengadilan, baca keputusan, ketok palu, bebas deh tuh tersangka.


Perhatian, ini bukan berarti semua orang yang bekerja dengan pekerjaan seperti yang tertera di atas bertindak seperti itu. Hanya sebagian orang saja yang dengan nekat melakukan itu. Para oknum yang mempedulikan keuntungan semata itu yang patut kita basmi. Bagi yang merasa, saya mohon maaf ya..hehe(tobatlah kalian para insan terpilih).

Apapun pekerjaan kita, jadikanlah itu sebagai suatu tantangan buka untuk semata - mata mencari kekayaan duniawi. Masih banyak pekerjaan yang bisa dijadikan kedok tapi alangkah baiknya kalau kita menjauhi kejahatan itu.
Lanjut . . .

Kamis, 08 April 2010

Hotel Prodeo

bertindak sesuka hati
dengan berjuta macam kebebasan
hak asasi manusia tak lagi di indahkan
hukum alam yang berbicara
tak pedulikan lagi norma kewajaran
yang ada hanyalah kekuasaan terkuat
tak lagi hiraukan cercaan manusia
bersenang - senang dengan semua cara
tempat berkumpulnya para insan terpilih
sekumpulan orang yang ingin mencari kebebasan
manusia - manusia anti hukum
mendapat tempat spesial di hotel prodeo
dari pencopet kecil sampai koruptor profesional
tukang mabuk - mabukan sampai bandar narkoba
penjudi ulung hingga para penjual kelamin
semua jadi satu dalam ruangan berukuran empat kali enam
setelah mendapatkan semua
mereka pun memutuskan untuk kembali ke dunianya
tak mungkin kabur
tapi uang bisa bertindak
bukan barang yang langka melihat aksi suap - suapan
tubuh - tubuh semampai bertebaran di ujung - ujung ruangan
tertindas oleh para penguasa penjara Lanjut . . .